Semester 4

Makalah Pengelolaan Pendidikan : Supervisi Pendidikan

MAKALAH

PENGELOLAAN PENDIDIKAN

“SUPERVISI PENDIDIKAN”

Disusun oleh  :

Dea Tita Hastika (20158300219)

Ernawati Yurubeli (20158300072)

Fitriya Ningsih (20158300091)

Heru Saputera (20158300106)

 

Dosen Pengampu   :

Andy Ahmad, M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

STKIP KUSUMA NEGARA

JAKARTA

2017

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar  Belakang

Pendidikan merupakan persoalan vital bagi setiap segi kemajuan dan perkembangan manusia pada khusunya dan bangsa pada umumnya. Kemajuan dalam segi pendidikan maka akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan perkembangan bangsa yang ke arah lebih baik dan maju. Peningkatan kualitas pendidikan tidaklah mudah melainkan membutuhkan waktu yang panjang dan keterlibatan berbagai komponen dan elemen.

Dewasa kini banyak orang berbicara tentang merosotnya mutu pendidikan. Di lain pihak banyak pula yang mengembor-gemborkan dan menandaskan bahwa perlu dan pentingnya rekonstruksi atau pembaharuan pendidikan dan pengajaran, ironinya sangat sedikit sekali para pemerhati dan pengkritisi pendidikan yang berbicara mengenai soal pemecahan masalahnya (problem solving) perbaikan pendidikan dan pengajarannya agar lebih maju dan mencapai tujuan pendidikan yang hakiki.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang berperan sebagai salah satu wakil dari pemerintah pusat Indonesia maka peran sekolah berkewajiban untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam organisasi sekolah, kedudukan kepala sekolah merupakan faktor penentu, pengerak segala sumber daya yang ada dalam sekolah, agar segala komponen yang di dalamnya dapat berfungsi secara maksimal dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah yang berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, leader, motivator dan supervisor sekolah.

Guru memiliki peran yang sangat besar, besarnya tanggung jawab guru dalam pendidikan merupakan tantangan bila dikaitkan dengan mutu pendidikan dewasa kini. Keluhan masyarakat terhadap merosotnya mutu pendidikan seharusnya dapat menjadi refleksi bagi para guru yang tidak kompeten dan profesional. Guru profesional bukan hanya sekedar dapat menguasai materi dan sebagai alat untuk transmisi kebudayaan tetapi dapat mentransformasikan pengetahuan, nilai dan kebudayaan kearah yang dinamis yang menuntut produktifitas yang tinggi dan kualitas karya yang dapat bersaing.

Dalam konteks ini sebenarnya guru yang kurang profesional sangat membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang lain atau supervisor dalam memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya seperti masalah kurang pahamnya tujuan pendidikan, tujuan kurikuler, serta tujuan instruksional dan operasional. Sehingga peran guru yang sangat besar dalam meningkatkan mutu pendidikan akan dapat tercapai jika semua permasalahan yang dihadapi oleh para guru dapat dipecahkan dengan baik. Dan seorang yang disebut supervisor yang mempunyai fungsi sebagai pembimbing, mengarahkan, membantu dalam hal ini adalah Kepala Sekolah (supervisor) yang setiap hari langsung berhadapan dengan guru.

Supervisi merupakan salah satu fungsi kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru dalam melaksanakan pengajaran. Sehubungan dengan pentingnya aktifitas supervisi sekolah yang berkaitan dengan peningkatan kualitas guru pada khususnya dan peningkatan mutu pendidikan pada umumnya, maka dalam penulisan makalah ini akan dibahas seputar aktivitas supervisi pendidikan atau sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan Indonesia.

B.   Rumusan Masalah

Setelah memperhatikan pemaparan diatas, dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, diantaranya :

  1. Apa yang dimaksud dengan supervisi pendidikan ?
  2. Apakah fungsi dan peranan supervisi pendidikan ?
  3. Apakah tujuan dari supervisi pendidikan?
  4. Apa saja sasaran supervisi pendidikan?
  5. Apa saja prinsip-prinsip supervisi pendidikan ?
  6. Apa saja teknik supervisi pendidikan ?
  7. Bagaimana cara melaksanakan supervisi pendidikan?

C.   Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini ditujukan untuk :

  1. Mengetahui tentang supervisi pendidikan.
  2. Mengetahui fungsi, peranan dan tujuan supervisi pendidikan.
  3. Mengetahui siapa saja sasaran dari supervisi pendidikan.
  4. Mengetahui prinsip-prinsip supervisi pendidikan.
  5. Mengetahui teknik supervisi pendidikan.
  6. Dapat memahami berbagai cara melaksanakan supervisi pendidikan.

BAB II

Pembahasan

A. Pengertian Supervisi Pendidikan

Sebelum membahas mengenai supervisi, kita perlu mengetahui beberapa istilah yang berkaitan dengan supervisi. Istilah tersebut diantaranya inspeksi, penilikan, pengawasan, monitoring serta penilaian dan evaluasi. Istilah dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Inspeksi terbatas pada pengertian mengawasi apakah bawahan (guru) menjalankan apa yang telah diinstruksikan oleh atasannya.
  2. Penilaian dan pengawasan mempunyai pengertian suatu kegiatan yang bukan hanya mencari kesalahan tetapi juga berupaya menemukan hal-hal yang sudah baik untuk dikembangkan lebih lanjut. Di dalam peraturan pemerintah No.38 tahun 1992 pasal 20 dibedakan istilah pengawas (yang dipakai untuk menunjukkan tugasnya pada jalur pendidikan sekolah) dan penilik (yang dipakai untuk menunjukkan tugasnya pada jalur pendidikan luar sekolah).
  3. Monitoring berarti kegiatan pengumpulan data tentang suatu kegiatan sebagai bahan untuk melaksanakan penilaian.

Secara morfologis Supervisi berasalah dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan (orang yang berposisi di atas, misal  pimpinan) terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervisi bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata-mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki.

Secara sematik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.

Menurut Ibrahim (2004), supervisi adalah layanan profesional yang berbentuk pemberian bantuan kepada personil sekolah dalam meningkatkan kemampuannya agar lebih mampu melaksanakan perubahan penyelenggaraan sekolah dalam rangka meningkatkan pencapaian tujuan sekolah.

Menurut Wiles (1955), supervisi merupakan bantuan dalam pengembangan situasi belajar mengajar.

Menurut P. Adams dan Frank G. Dickey, supervisi adalah program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran.

Inti dari supervisi pada hakekatnya adalah memperbaiki hal belajar dan mengajar. Program ini dapat berhasil bila supervisor memiliki ketrampilan (skill) dan cara kerja yang efisien dalam kerjasama dengan orang lain (guru dan petugas pendidikan lainnya).

Dari beberapa pengertian diatas, disimpulkan bahwa supervisi pembelajaran adalah usaha supervisor untuk membantu guru meningkatkan kemampuan dan etos kerja profesionalnya sehingga lebih mampu mengatasi berbagai masalah pembelajaran yang muncul serta memperbaiki pembelajaran.

Nilai supervisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar yang direfleksikan pada perkembangan yang tercapai oleh peserta didik. Dan istilah pembimbingan di atas cenderung mengacu kepada usaha yang bersifat demokratis atau manusiawi yang tidak bersifat otoriter.

B. Fungsi dan Peranan Supervisi Pendidikan

Fungsi dari supervisi pendidikan adalah memajukan dan mengembangkan pengajaran sehingga proses belajar mengajar yang di lakukan oleh seorang guru berlangsung dengan baik dan efektif. Fungsi supervisi pendidikan antara lain :

  1. Secara umum fungsi supervisi pendidikan adalah salah satu mekanisme untuk meningkatkan kemampuan profesional dalam upaya mewujudkan proses belajar peserta didik yang lebih baik melalui mengajar yang lebih baik pula.
  2. Secara khusus berfungsi pula untuk mengoordinasi semua usaha sekolah, memperluas pengalaman guru, mendorong usaha-usaha pembelajaran kreatif, memberikan penilaian secara terus menerus, dan memberikan pengetahuan serta keterampilan kapada guru.

C. Tujuan Supervisi Pendidikan

Tujuan umum Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar. Secara operasional dapat dikemukakan beberapa tujuan konkrit dari supervisi pendidikan yaitu :

  • Meningkatkan mutu kinerja guru.
  1. Membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut.
  2. Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dan kebutuhan siswanya.
  3. Membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang efektif, bekerjasama secara akrab dan bersahabat serta saling menghargai satu dengan lainnya.
  4. Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa.
  5. Meningkatkan kualitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi, keahlian dan alat pengajaran.
  6. Menyediakan sebuah sistem yang berupa penggunaan teknologi yang dapat membantu guru dalam pengajaran.
  7. Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk reposisi guru.
  • Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik.
  • Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa.
  • Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah khususnya dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal yang selanjutnya siswa dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan.
  • Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta situasi yang tenang dan tentram serta kondusif yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang menunjukkan keberhasilan lulusan.

D. Sasaran Supervisi Pendidikan

Secara umum sasarannya adalah proses pembelajaran peserta didik dengan tujuan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Karena itu supervisi pendidikan menaruh perhatian utama pada upaya-upaya peningkatan provesionalitas guru sehingga memiliki kemampuan :

  • Merencanakan kegiatan pembelajaran,
  • Melaksanakan pembelajaran,
  • Menilai proses dan hasil pembelajaran,
  • Memanfaatkan hasil penilaian
  • Memberikan umpan balik,
  • Melayani peserta didik yang mengalami kesulitan,
  • Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan,
  • Mengembangkan dan memanfaatkan alat bantu pembelajaran,
  • Memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran yang tersedia,
  • Mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, dan teknik),
  • Melakukan penelitian praktis untuk perbaikan pembelajaran.

Secara khusus dapat diklasifikasikan:

  • Sasaran administratif (teknis administratif) misal perangkat pembelajaran.
  • Sasaran edukatif (teknis edukatif) misal pelaksanaan pembelajaran.

E. Prinsip-prinsip Supervisi Pendidikan

  1. Supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru dan staf sekolah lain untuk mengatasi masalah dan mengatasi kesulitan dan bukan mencari-cari kesalahan.
  2. Pemberian bantuan dan bimbingan dilakukan secara langsung, artinya bahwa pihak yang mendapat bantuan dan bimbingan tersebut tanpa dipaksa atau dibukakan hatinya dapat merasa sendiri serta sepadan dengan kemampuan untuk dapat mengatasi sendiri.
  3. Apabila supervisor merencanakan akan memberikan saran atau umpan balik, sebaiknya disampaikan sesegera mungkin agar tidak lupa. Sebaiknya supervisor memberikan kesempatan kepada pihak yang disupervisi untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan.
  4. Kegiatan supervisi sebaiknya dilakukan secara berkala misalnya 3 bulan sekali, bukan menurut minat dan kesempatan yang dimiliki oleh supervisor.
  5. Suasana yang terjadi selama supervisi berlangsung hendaknya mencerminkan adanya hubungan yang baik antara supervisor dan yang disupervisi tercipta suasana kemitraan yang akrab. Hal ini bertujuan agar pihak yang disupervisi tidak akan segan-segan mengemukakan pendapat tentang kesulitan yang dihadapi atau kekurangan yang dimiliki.
  6. Untuk menjaga agar apa yang dilakukan dan yang ditemukan tidak hilang atau terlupakan, sebaiknya supervisor membuat catatan singkat, berisi hal-hal penting yang diperlukan untuk membuat laporan.

F.   Tekhnik Supervisi Pendidikan

Teknik supervisi pendidikan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, antara lain :

  1. Pendekatan Humanistik

Guru semata-mata bukan hanya alat untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar. Guru juga mengalami pertumbuhan secara terus menerus dan program supervise harus dirancang untuk mengikuti pola pertumbuhan itu. Pada pendekatan ini, tugas supervisor adalah membimbing guru sehingga makin lama nantinya guru semakin dapat berdiri sendiri dan tumbuh dalam jabatannya dengan usaha sendiri.

  1. Pendekatan Kompetensi

Pendekatan ini mempunyai makna bahwa guru harus mempunyai kompetensi tertentu untuk melaksanakan tugasnya. Tugas supervisor adalah menciptakan lingkungan yang sangat terstruktur sehingga bertahap guru dapat menguasai kompetensi yang dituntut dalam mengajar.

  1. Pendekatan Klinis

Proses belajar guru untuk bertambah dalam jabatannya tidak dapat dipisahkan dari proses belajar yang dilakukan oleh guru itu. Belajar bersifat individual. Oleh karena itu proses sosialisasi harus dilakukan dengan membantu guru secara tatap muka dan individual. Pendekatan ini mengkombinasikan target yang terstruktur dan pertumbuhan pribadi.

  1. Pendekatan Profesional

Pendekatan ini lebih menekankan pada fungsi utama guru yaitu melaksanakan pengajaran secara profesional.

G.  Melaksanakan Supervisi Pendidikan

  • Kunjungan Kelas

Supervisor memasuki ruang kelas pada pelaksaan KBM. Teknik ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

  1. Direncanakan pengawas dan diberitahukan kepada guru yang bersangkutan
  2. Direncanakan oleh pengawas, tetapi tidak diberitahukan kepada guru yang bersangkutan
  3. Direncanakan oleh guru, kemudian mengundang pengawas.

Kunjungan kelas ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dalam rangka peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran bukan menentukan kondite.

  • Pertemuan Pribadi

Pertemuan pribadi adalah dialog antara pengawas dan guru mengenai usaha-usaha meningkatkan kemampuan profesional guru. Pertemuan pribadi dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1. Pertemuan pribadi sebelum kunjungan kelas

Pertemuan ini membicarakan upaya perbaikan proses pembelajaran sehingga akan menjadi fokus obserfasi kelas.

2. Pertemuan pribadi sesudah kunjungan kelas.

Pertemuan ini membicarakan kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan sehingga menjadi umpan balik bagi guru untuk memperbaiki dan meninghkatkan proses pembelajaran.

  • Rapat Dewan Guu

Rapat dewan guru merupakan pertemuan antar semua guru dan kepala sekolah yang membicarakan berbagai hal yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan dan proses pembelajaran. Maksud rapat dewan guru:

  1. Mengatur seluruh anggota staff agar memiliki kesamaan tujuan
  2. Mendorong anggota agar mengetahui tangung jawab masing-masing
  3. Bersama-sama menentukan cara yang dapat dilakukan perbaikan PBM
  4. Meningkatkan arus komunikasi dan informasi.
  • Kunjungan Antar Kelas

Guru dikelas yang satu berkunjung ke kelas yang lain dalam satu lingkungan sekolah.

  • Kunjungan Sekolah

Pengawas mengunjungi sekolah secara teratur untuk memberikan pembinaan, baik dengan pemberitahuan maupun mendadak atau atas undangan guru atau kepala sekolah.

  • Kunjungan antar sekolah

Guru-guru atau staff mengunjungi sekolah-sekolah yang dinilai berhasil dan patut dijadikan contoh. Pengawas dapat memanfaatkan guru sekolah lain untuk memberikan pembinaan.

  • Penerbitan buletin profesional

Buletin profesional ialah selebaran berkala yang berisi topik-topik tetentu berkaitan dengan usaha peningkatan proses belajar-mengajar. Buletin ini tidak haru sditulis oleh para ahli, tetapi semua guru atau staff yang telah mempunyai pengalaman keberhasilan dalam proses pembelajaran.

  • Penataran atau pendidikan dan pelatihan

Penataran atau diklat dapat dilaksanakan dari sekolah sendiri atau mengikuti program yang dilaksanakan oleh pihak-pihak tertentu.

 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Supervisi pembelajaran adalah usaha supervisor untuk membantu guru meningkatkan kemampuan dan etos kerja profesionalnya sehingga lebih mampu mengatasi berbagai masalah pembelajaran yang muncul serta memperbaiki pembelajaran. Supervisi pendidikan memiliki fungsi memajukan dan mengembangkan pengajaran sehingga proses belajar mengajar yang di lakukan oleh seorang guru berlangsung dengan baik dan efektif.

Tujuan umum supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar.

Secara umum sasaran supervisi pendidikan adalah proses pembelajaran peserta didik dengan tujuan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Namun, secara khusus dapat diklasifikasikan sebagai sasaran administratif dan sasaran edukatif.

Teknik supervisi pendidikan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, antara lain : pendekatan humanistik, pendekatan kompetensi, pendekatan klinis, pendekatan professional. Supervisi pendidikan dapat dilakukan dengan cara kunjungan kelas, pertemuan pribadi, rapat dewan guru, kunjungan antar kelas, kunjungan sekolah, kunjungan antar sekolah, penerbitan buletin, dan penataran atau pendidikan dan pelatihan.

B. Saran

            Penulis berharap, dengan adanya pembahasan tentang supervisi pendidikan pada makalah ini dapat membuat pembaca lebih mengerti dan memahami tentang konsep dari supervisi pendidikan.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s